life journey, thought, animals and big smile :)

Author Archive

Bali for the new Year? why not… bye 2014 and welcome 2015

Kecak fire and Trance dance, Pura Batu Karu, Ubud

Yeay… New Year party!!

Well, setidaknya itu yang ada di pikiranku sebelum memutuskan untuk tahun baruan di Bali. At least I’m not alone… tidak seperti Hari Natal yang hanya kurayakan begitu saja di gereja dekat rumah, pulang dan tidur… no tree no new dress, lagian mo ngapain juga bikin pohon terang kalo sendirian dirumah. ngapain juga beli baju baru kalo cuman dipake 2 jam dan kepanasan plus pulangnya kehujanan.

Okay, I’m not so religious.. so, hikmah Natal pun mengalir begitu saja, dan hilang setelah tidur semalam. Tapi tetep.. semoga Damai di Bumi bagi seluruh Umat manusia…

Bekerja di kampus, ternyata tidak se-leluasa yang dibayangkan. Mahasiswa libur, kita ga libur loo… medingan jadi guru Es De, muridnya libur, gurunya ikut libur… (ngga mikir lainnya, yang penting liburnya)

Travelling ke Bali terpikir sejak bulan Oktober, lalu teman se-kost yang menyetujui ide simultan-ku mulai mencari hotel di A*oda dot kom. dapatlah hotelnya, sedikit tenang karena katanya semua hotel dan penginapan akan full booked pada tahun baru.

Karena ini rencana yang ngga elite, jadi kami berangkat dan pulang dari Malang naik Bus. secara mo menikmati perjalanan (walopun sepanjang jalan akhirnya molor karena minum antimo :D)

30 Desember 2014

Rencana berangkat bertiga, tapi pada hari H, yang satu demam dari pagi, dan sampai detik-detik penentuan, demamnya belum sembuh juga. sisa dong satu kursi, dan tidak ada yang mau mengisi walaupun ditawar-tawarkan gratis (kursi bus aja). Berangkat tanggal 30 sore, dengan packing yang serabutan karena pada tanggal itu, siangnya ada Monev Penelitian dan Pengabdian masyarakat, didepan reviewer… dan aku harus presentasi, karena waktunya mepet harus segera ke pool Bus Gunung Harta, jadinya cuman sempat tampil (ciee… tampil) sekali, trus dengan semena-mena melimpahkan pada anggotaku (ini dilema antara liburan dan kerjaan bu huahaha…)

berlari-lari ke kost, mandi, ganti baju, ambil tas ransel butut, dan ngangkot ke pool Bus malang-bali yang eksekutif itu, walaupun kursinya bisa dipanjangkan tapi kakinya tetep ga bisa lurus… yah ga akan berharap lebih.

Berangkat dari Malang jam 5 sore, sampai penyeberangan tengah malam, ga mau turun ke kapal..malas…jadi mending bobok manis. Sampai di Gilimanuk, tetep harus turun untuk pemeriksaan KTP (ini satu hal yang tidak menyenangkan kalo ke Bali naik Bus) turun dari bus, nyiapin KTP buat dicek, ngantri, dan naik lagi ke Bus, entah apa sih sebenernya yang dicek, memangnya bisa ya ketahuan kalo itu KTP pinjeman atau engga (ngga nyebutin palsu loo.. )

31 Dec 2014

Sampai Bali…jreng jreng…

Turun di terminal bus Ubung Denpasar, langsung disambut ‘local hospitality’ yang menurut kami ngga asik banget sebagai sesama orang Indonesia. Kami sarapan dulu… karena jujur saja… blom tau mo kemana dalam 3 hari kedepan…hahaha…dasar bodoh… arah pun ga tau, peta juga ga bawa, dan hanya mengandalkan GPS dan google map yang menyesatkan itu.

Untung ada teman yang tinggal di Bali menawarkan untuk menjemput di terminal, buat numpang mandi dan untuk menyiapkan rencana berikutnya.

First, ke hotel dulu…setelah muter-muter di jalan sempit daerah Tuban, sampai juga di Puri bunga, penginapan yang kami booking, dan…. apa yang terjadi, kamar yang  kami booking di goda-goda dot kom itu ternyata tidak dikonfirm ke hotelnya, dan mereka tidak punya kamar lagi untuk malam ini… dueng… pusing langsung… Tapi karena kejadian ini ada temennya (maksudnya ada jg yang kayak kami tapi mereka lebih beruntung karena masih ada sisa satu kamar) di pemilik penginapan menawarkan untuk kami menginap semalam di tempat lain, mereka yang bayar. di dekat situ ada kost harian dengan fasilitas standar. yah… paling ga bisa tidur semalam.

Discovery mall dari arah pantai

Discovery mall dari arah pantai

Malam tahun baru… jalan-jalan ke arah Kuta sudah mulai ditutup. Mencari persewaan motor pada saat ini adalah tidak mungkin ada. semua persewaan motor kosong. so.. hari pertama harus rela jalan kaki dari Tuban ke kuta.. which is 3 km one way… menunggu malam di daerah Legian dan pantai, dan Mall. ada Mall yang bagian belakangnya Pantai, yaitu Discovery Mall, dari belakang mall ini kalau menyusur pantai, nanti akan sampai ke daerah Kuta, sepanjang jalan di Kuta ada mall Beach Walk, dan kalo dari beach walk ini jalan menyusuri poppy lane 2 nanti akan nyampe di daerah Legian, tepat di monumen Ground Zero

fireworks by the beach

fireworks by the beach

Jalan-jalan sampe kaki kram, diakhiri liat kembang api di Paktai kuta, lalu balik ke ‘kost’ dan tidur sebelum tahun baru (heyaa… pergantian waktu yang sesuatu kan…)

1 Januari 2015

Sudah bisa menempati kamar kami di Penginapan Puri Bunga, dengan sarapan nasi goreng pedes… bikin perut panas. kemudian jalan lagi, mencari persewaan motor. jadi rencananya hari itu mau ke Ubud, nginep di ubud semalam. tanpa tahu di Ubud ada apa…hahaha… sambil browsing dong di jalan.

karena GPS yang ngaco antara waktu tempuh dan kenyataannya… (32 menit di google map itu kenyataannya 1 jam, iya 30 menit kalo terbang mungkin…) dan kami yang ga bisa baca peta (maklum cewek) jadinya… perjalanan ke Ubud dari Kuta yang seharusnya bisa simple saja, kami harus memutari kota Denpasar, baru bisa mencapai jalan ke arah Ubud

lokasi pertama yang dikunjungi hari itu (by chance) karena kebetulan lewat trus… eh apa itu… tempat wisata ya,.. eh liat yuk… gitu deh. Itu adalah Pura Goa Gajah. browsing… oh oke… ada di tripadvisor. masuknya bayar 15.000 per orang. karena itu area pura, bagi yang sedang berhalangan dilarang masuk. Di pintu masuk ada petugas yang memberikan kain atau sarung untuk pengunjung.

Goa gajah, Gianyar, Bali

Goa gajah, Gianyar, Bali

setelah melihat-lihat dan foto-foto.. kami lapar, memutuskan cari makan dan cari penginapan sebelum sore. Penginapan B&B yang sesuai budget kami ada di daerah monkey Street (dulu daerah ini namanya Sangeh) niatnya mencari makanan halal, kami makan di bebek terkenal gitu disitu… tempatnya oke, dan harganya juga oke. entah apanya yang spesial sampai tempat makan ini mematok harga yang waoow umtuk half duck yang ukurannya sebesar anak bebek. Satu kali makan disitu sudah bisa tidur semalam di penginapan… ah sudahlah… pengalaman…

di sepanjang jalan Monkey street ini banyak penjual baju dan sovenir… sangat menggoda… tapi memang perlu beli baju buat tidur, secara, semua baju ditinggal di hotel pertama, dan ga bawa baju ganti. beli deh baju yang harganya masuk akal

mampir indomaret, mampir toko sovenir liat-liat postcard, sambil nanya gang Mandia ada dimana (ceritanya, ini jalan satu arah, jadi kalo kelewatan harus muter jauh.) dan ternyata kami kelewatan sekitar 50 m. jalan ke arah gang mandia ini, pertama mo ke Bali Dream, tapi penuh, terus, ke mandia bungalow di sampingnya, dan ternyata masih ada kamar. kamar tanpa AC (pakai kipas angin) untuk 2 orang seharga 250 ribu plus sarapan. oke kita ambil.

di kamar ternyata ada selebaran acara pertunjukan traditional dance yang diadakan di Pura. dan setiap hari ada show. tiket bisa dibeli di resepsionis. Oye!! kita ada kegiatan malam ini. melihat pertunjukan tari Kecak dan Trance dance.

Kecak fire and Trance dance, Pura Batu Karu, Ubud

Kecak fire and Trance dance, Pura Batu Karu, Ubud

2 Januari 2015

Sarapan yang sangat menarik, mungkin biar kami hidup sehat, sarapan di Ubud lebih oke daripada di hotel di Tuban, kami dapat menu sarapan pancake pisang dengan potongan-potongan buah segar. cukup mengenyangkan

lovely breakfast

lovely breakfast

penginapan ini recomended untuk backpacker, ini review saya di tripadvisor mandia bungalows

mengunjungi Monkey Forest, tempat ini buka dari jam 9 pagi. dan disarankan memang kesini pagi. karena kalau pagi, monyet-monyetnya abis dikasih makan oleh pengawas hutan dan kalau masih kenyang mereka tidak akan mengganggu pengunjung. jalan-jalan di hutan lumayan jauh juga, dan pintu keluarnya ada 3. kalau salah keluar nanti jauh lagi jalannya ke tempat parkir.

atraksi foto bersama dengan monyet.

atraksi foto bersama dengan monyet.

Siang, menuju Tampak Siring untuk mengunjungi Pura Gunung Kawi yang katanya bagus banget itu. temanku di ubud menyarankan kalau lebih asih lewat daerah Tegalalang. itu adalah daerah yang terkenal dengan sawah berbentuk terasering. banyak turis yang mengunjungi daerah ini karena sistem persawahan yang unik di lereng bukit.

Sempat nyasar jauhhh… akhirnya sampai juga di Tampak Siring, Masuk ke area wisata Pura Gunung Kawi. karena ga jadi mengunjungi istana, ya disini aja… kirain puranya dekat dengan pintu masuk… ternyata setelah pintu masuh ada berderet anak tangga… kata referensi sih 300 tangga,,, naik dan turun bukit, lewat diantara tebing batu, diantara persawahan… pemandangan yang bagus, tapi bikin capek kaki. But… tidak sia-sia lo… pura Gunung Kawi ini terkenal karena merupakan salah satu pura tertua, dibangun sejak abad ke-11 dan yang khas adalah pahatan-pahatan di dinding batu yang merupakan makam raja-raja terdahulu.

Pura Gunung Kawi

Pura Gunung Kawi

Dari sini , langsung balik ke arah Kuta, lewat jalan yang semestinya. mampir makan di Ayam betutu yang harganya lebih masuk akal dari bebek sebelumnya.ubud-kuta dicapai dalam waktu kurang dari 2 jam

Ke hotel, keluar lagi, mau ke Joger, tapi ternyata jam 6 sore udah tutup…. whaat… dan tempat oleh-oleh disekitarnya harganya malah lebih mahal. well, who need oleh-oleh anyway… kami cuma butuh kaos bertuliskan Joger. Jadi besok pagi dicoba lagi kesini.

3 Januari 2015

Pagi, muter-muter sekitaran Kuta dan Legian jam 6 pagi, tidak ada toko buka… mungkin karena kehidupan malam lebih dominan, jadi pagi-pagi masih pada molor.

Sarapan mie goreng pedes (padahal udah pesen jangan pedes) lalu pergi lagi ke Joger dan sukses membeli seperlunya. balik ke hotel, check out sekalian nitip tas karena masih mau jalan, rempong kalo bawa tas besar. balikin motor ke persewaan. dan kita nge-Mall lagi deh. sambil nunggu sampe jam 3, nyari taksi (sebaiknya blue bird) balik ke hotel lagi ambil tas, dan menuju ke terminal Ubung. Berangkat dari Ubung jam 5 sore waktu Bali. dan akhirnya sampai di Malang jam 4 pagi.

So, that’s our new year celebration… entah apa yang dirayakan… tapi tahun baru kali ini berbeda. benar-benar merefresh dirii lagi. dan memang perjalanan itu penting bagi seseorang untuk kembali menemukan dirinya sendiri.

“It is good to have an end to journey toward; but it is the journey that matters, in the end.”
Ernest Hemingway


evening note

IMG_20140804_163504Baru selesai merombak ruang kerja ‘kami’ though I’m not sure who really works in this room… all we ever do if not chatting, eating, reading comics, watching serials, complaining and dreaming..

at least, lumayan rapi ruangan ini. tambah orang ya jadi tambah ribut. semakin menambah ke’tidak kerja’an disini. beberapa hal yang ada di pikiranku beberapa hari ini tentang merasa nyaman. mungkin orang yang baru lulus dan bekerja akan berpikiran bahwa tempat kerja yang baru itu akan menyediakan segala kebutuhan di tempat kerja, karena itu adalah ‘hak’ nya. membuat karyawan merasa nyaman dan menyediakan segala sesuatunya tanpa diminta… well itu nonsense.

sejauh yang aku tahu. ada beberapa hal yang tidak akan diberikan ke karyawan baru

1. Hak hak mu mengenai ketenagakerjaan. yang ada adalah tugas…tugas..tugas… bahkan jika mungkin harus keluar kota atau pindah tugas sekalipun kalo tidak diurus sendiri ya ga ada yang akan rela menguruskan. itu tugas HRD? ya ya… tapi memangnya karyawan cuma kita aja yang menti diurusin?

2. pesangon kalau resign… emangnya ada? pesangon itu kalo dipecat.. yang ada juga balikin allowance yang udah diterima

3. PC untuk bekerja… bukan Personal computer namanya kalo pake komputer bergantian. (harus dikonfirmasi sebelumnya apa apa saja yang diberikan untuk sarana bekerja)

4. meja kerja, kursi kerja, dan ruangan sendiri, dengan telp exstension dan alat tulis lengkap .. kecuali masuk kerja langsung jadi manager hal itu tidak akan pernah terjadi.

5. tidak ada yang akan memberitahumu bagaimana harus bersikap dengan orang-orang ‘tertentu’ di tempat kerja itu. mereka hanya akan mengamatimu dan memberi komentar setelahnya. terutama kalau kita sudah mempermalukan diri sendiri

So, intinya adalah. kita harus berusaha sendiri mencari informasi sebanyak-banyaknya, seperti apapun itu. dimana tempat makan, dimana toilet yang paling nyaman, siapa yang paling enak dimintai tolong, bagaimana membuat diri nyaman untuk bekerja, dan bagaimana merasa aman dalam bekerja. jangan menjadi eksklusif, mungkin kita masuk kerja akan langsung punya bawahan, tapi dari merekalah kita belajar. lulusan perguruan tinggi bukan berarti tahu apa-apa. itu hanya titel saja dan tak ada artinya kalo tidak mendapatkan respek dari orang orang di bawah kita.

Membuat diri nyaman. Jangan kebanyakan mengeluh.

If you hate something, either you fix it or you deal with it

terima saja apa adanya atau lakukan sesuatu untuk memperbaikinya.

paling ga suka dengan orang yang kebanyakan mengeluh karena sesuatu membuatnya tidak nyaman dan tidak melakukan apapun untuk memperbaikinya. dan begitu terus menerus. akhirnya ya semakin ga betah deh

tentang betah atau tidak betah, kadang bukan karena banyaknya masalah atau banyaknya pekerjaan yang ditanggung, orang yang suka tantangan dan suka bekerja biasanya ga akan sampe merasa tidak betah, yang membuat tidak betah sebagian besar karena lingkungan yang tidak nyaman (manusianya, daerahnya, tempat kerja) atau bisa juga karena bosan melakukan kegiatan yang sama terus menerus.

saat-saat suntuk dan bete, ada beberapa quotation yang bisa jadi inspirasi, yah setidaknya menahan untuk tidak cepat-cepat membuat surat pengunduran diri…hahaha

“That which does not kill us makes us stronger.”
― Friedrich Nietzsche

“If you look for truth, you may find comfort in the end; if you look for comfort you will not get either comfort or truth only soft soap and wishful thinking to begin, and in the end, despair.”
― C.S. Lewis

“Life is an awful, ugly place to not have a best friend.”
― Sarah Dessen

“Taking no chances means wasting your dreams..”
― Ellen Hopkins

“Choose a job you love, and you will never have to work a day in your life.”
― Confucius

yang terakhir itu favorit saya. find what you love and be happy


Belajar tentang… manners

IMG_20140507_213230

“A man’s manners are a mirror in which he shows his portrait.”
Johann Wolfgang von Goethe

Beberapa hari ini rasanya banyak sekali masalah hanya karena komunikasi dengan orang lain tidak benar, entah saya sendiri yang salah atau orang-orang mulai lupa etika berkomunikasi dengan orang lain, entah secara face to face dengan orang yang seumuran, dengan orang yang lebih tua, dengan orang yang sedang sibuk melakukan sesuatu.. Atau lewat pesan multimedia, email, sms, chatting..
Mudah sekali mengabaikan sesuatu yang mungkin penting dengan memberikan alasan sepele. atau bahkan tidak memberikan jawaban sama sekali.. berasa pengen teriak “Ga ada bedanya ngomong sama orang dengan ngomong sama batu!”
You get upset, you said it
You’re happy, say it
Orang lain tidak akan tahu apa apa dengan diam saja. I mean it in the terms of team work
Ada etikanya dalam berkomunikasi. bahkan tulisan pun bisa disalahartikan kalau yang membaca sedang tidak dalam kondisi normal (ga normal such as.. lagi PMS, lagi hectic dengan jadwal, lagi kena marah atasan, lagi hang karena efek samping overload kerjaan)
Jadi, peduli dengan kondisi orang lain juga penting! stop being EGOIST!, again ini dalam ranah team work… kalo kerja sendiri di tengah hutan ya silahkan saja mo ngomong bahasa hutan..
Orang itu tidak selalu benar, jadi perlu orang lain yang bisa meluruskan.
Orang itu tidak selalu sanggup menyelesaikan tugas, jadi perlu orang lain untuk meringankan beban.

Karena bete sekali hari ini, I do some research about manners, ini juga untuk mengingatkan diri sendiri supaya tidak menjadi apatis (or, kumat penyakit apatis yang terjadi pada saya bertahun-tahun yang lalu)

Manners in sending Emails-text message

  • Kirim Email pake Subject. jangan kayak sms aja, coba deh, cek email. pasti yang tanpa subject adalah email yang akan di-ignore.. Fill in the subject line, even in personal e-mail.  The subject line should succinctly identify what you are writing about.  
  • Di Jawa terutama, abis kirim email wajib ngasih tau yang dikirimin. kalo ngga ya, jangan salahkan yang nerima kalo buka emailnya lama
  • Jangan hanya mengirimkan attachment. yang namanya email ya surat yang ditulis itu. karena sekarang ini email ini juga bisa merupakan bukti komunikasi. Jangan pakai huruf KAPITAL, dikiranya lagi marah marah. Be sure messages are clearly organized and grammatically correct.  Write in complete sentences and always check spelling and punctuation – especially in business e-mails.
  • Balaslah email kalau sudah diterima, entah hanya dengan tulisan ‘siap’, ‘noted’, terima kasih…. apalagi dalam email loop atau group. menyebalkan sekali kalau udah capek-capek meluangkan waktu untuk berdiskusi via web, tapi ternyata ga ada tanggapan…ckckck… maju dikit knapa..hp sekarang aja udah bisa terima email dimana saja. maksimalkan gadget anda!!
  • Kalo terima SMS, atau text message, ya dibalas… kecuali kalo pulsa abis, ga ada sinyal internet, atau hp kecemplung saluran air. biarpun terlambat, balaslah. atau kalau ketemu langsung ya bilang, maaf ga bisa balas karena apa..

Ngomong sama orang lain

  • Jangan teriak-teriak… kalau biasa tinggal di gunung atau di deket perlintasan kereta api, ya bisa dimaklumi.. most people can hear just fine, so  talk in a lower volume unless the other person asks you to speak up.
  • Wait until the other person stops talking before you open your mouth.
  • Kalau memang bisa bertemu langsung, usahakan bertemu. jangan mengandalkan telepon lebih sopan itu ya bertemu dan ngomong langsung
  • Listen more than you talk, the key to the art of conversation is not in the talking, but in the listening.
  • Don’t talk to only one person when conversing in a group. sebaliknya juga begitu, jangan apatis kalau ada perbincangan dalam group. Kalau memang ga tertarik ya minggir aja sekalian.. :p
  • Don’t overshare. Janga lebay, cerita ke siapa-siapa.. berkali-kali pula… orang lain juga punya masalahnya sendiri kali..
  • Kalau memang sudah mendengar perkataan orang lain, jangan bilang “hah” ‘hmm’, “apa?”.. sampai harus mengulang lagi kalimat yang sama. or worse… denger tapi diam saja… mungkin ada yang salah dengan telinga anda.
  • Ngomong sama orang yang lebih tua. yang sopan, semua aturan itu diberlakukan. kan udah diajari orang tua kita di rumah..

Masih banyak lagi sebenernya, tapi itu aja sudah banyak. minimal kalau sudah melakukan separohnya sudah jempol deh… apalagi sebagai pendidik. apa gunanya ngomong kesana kemari menasehati anak didik tentang etika, kalau kita sendiri tidak menjaga etika.

being young doesn’t mean we can forget all the rules. Saat bertemu banyak orang, dari berbagai bidang yang berbeda, profesi yang berbeda, maka akan ketahuan tingkat pendidikan kita dari cara kita berkomunikasi dan berhadapan dengan orang lain

“Respect for ourselves guides our morals; respect for others guides our manners”
Laurence Sterne

 


Image

my random thought

finally, some free time -kinda…
rutinitas benar-benar bisa mematikan kreatifitas, dulu, tidak ada hari tanpa mengarang indah di blog, penuh dengan impian, full of excitement, lots of stories, penuh keluh kesah, but, at least I am telling stories.
ahh.. iya, berbeda pekerjaan juga berbeda fokus, memang kalau kerja fisik, otak masih mampu untuk rekreasi ke tempat-tempat yang bernama ‘lamunan’ merangkai kata-kata untuk menuliskan cerita yang mungkin omong kosonag, tetapi bercerita dan mengukir sejarah. entah apa seperti apa jadinya kalau saat-saat yang sudah kujalani ini terlupa begitu saja… saat tidak mampu lagi mengingat detil-detil yang membuat kita merasa’hidup’
well… berubah pekerjaan dari banyak kerja fisik ke banyak kerja otak, kurasa diriku sendiri berusaha memilah kegiatan yang akan membuat capek otak, my brain need a rest.. so, blogging pun berhenti. :p
So, today is.. the end of a long weekend, and tomorrow is a new Monday… can’t say I hate Mondays, ’cause you can’t live another day without having Monday. so Monday is just the same day as other day, a bless, a gift, and a new chance to be a better person.
image011
Apasih yang mo kutulis ini… ga ada tema khusus…
Baru saja ada perayaan tahun baru cina, merayakan dimulainya tahun Kuda kayu. semoga tahun depan penuh dengan kesejahteraan dan kesuksesan. sudah kami rayakan juga dengan makan beef prosperity-nya franchise makanan cepat saji itu, karena deket dengan kampus, tinggal nyeberang. dan semoga kami makin sukses (finger crossed)
2 tahun sudah profesi ‘baru’ ini kujalani, ingat dulu waktu awal-awal itu, rasanya I just not fit in.. ritme kerja yang sangat berbeda, prioritas yang sangat berbeda dan cara berpikir yang berbeda pula. Teman baikku menelepon dari jauh dan mengatakan bahwa tidak masalah dengan lingkungan yang berbeda, kita hanya perlu merubah cara berpikir kita sesuai tempat baru itu.learn to adapt.. and fast.
dan tidak berasa sudah berlalu bulan-bulan dengan pekerjaan yang padat, deadline, another deadline… and another one… tak ada habisnya, sampai-sampai tak bersida lagi ruangan di otakku untuk mencerna beberapa novel yang sudah dibeli atau dipinjam untuk dibaca.
I need to read… membaca sekilas bukanlah sesuatu yang bisa dinikmati, tapi itu sekarang jadi kebiasaan… membaca sekilas hanya untuk tahu intinya… I need to refresh my brain…
tulisan random ini contoh dari kerandoman otak saya sekarang. please stop reading because this words are pointless.. I just need to write down my thought so it’s not bulking my brain.😀 :))

This too Shall pass


Bromo mountain trip pictures

IMG_20130525_054626IMG_20130525_071411IMG_20130525_061127IMG_20130525_082815


a thought

“If it’s still in your mind, it is worth taking a risk”
Quotation yg aku baca di “dinding” beberapa hari yg lalu.
Dulu, pas jamannya koas, mo lulus gitu mikir- mikir mo kerja dimana.. dengan pemikiran nanti bisa kerja dimanapun. Tentu saja.. kita yang memilih mo kerja dimana, lalu setelah itu berpikir keras menentukan ‘minat dan bakat’ supaya bisa enjoy waktu kerja.
Kakak kelas yang biasanya dianggap lebih tau akan memberi nasehat yang terdengar bijak (walaupun kalau melihat kembali kondisi waktu itu kita sama sama koas.. heloo sama sama belom kerja kan) tapi seakan akan terasa mereka lebih tau.
Seperti pendapat pendapat seperti ini
* orang orang yang kerjanya di laboratorium itu yang kurang sosial jarena bekerja dengan benda mati
*yang berjiwa sosial kerja di lapangan seperti technical service gitu
* yang pecinta alam kerja di satwa liar atau konservasi
* yang rajin jadi pns (or yang punya koneksi tepatnya saat itu)
* yang pinter banget, ngga keluar kampus, lanjut terus jadi dosen nantinya
*yang suka suka hewan kecil buka praktek bersama or sendiri kalo punya modal
Dan lain-lainnya… seakan akan kami membatasi diri sendiri untuk memilih pekerjaan
Seperti.. “aduh itu ga cocok buat kamu, kamu kan orangnya ‘gini’
As if status itu akan melekat seterusnya, hei stop thinking you’ll have one job for the rest of your life
Tapi mungkin untuk beberapa orang menentukan pilihan mo kerja dimana itu harus sangat sangat matang ya…
Masalahnya, the big dream of the best job that we want is not always come true..
Saat lulus yang terpikir adalah cepat kerja jadi sampai mengirimkan lamaran ke setiap lowongan kerja sampai menghabiskan legalisiran ijazah. See, disini ngga mikir lagi kerjaan yg cocok kan. kirim lamaran sebanyak mungkin, setidaknya dapat beberapa panggilan test dan wawancara kerja, kemudian mana yang paling menguntungkan itu yang diambil.

anyway, for all I can tell, you can be whatever you want to be. there’s always be chances to be what you always dreaming of

 


Catching the light before it sets

image

Kuta beach, 15 th February 2013