life journey, thought, animals and big smile :)

can we really move on from losing a pet..

 

14141845_10210916125729048_6032897250977240478_n

~ a home without a pet is like a person with no soul.. empty~

Setidaknya itulah yang kurasakan beberapa hari ini. Hampir 2 minggu anjing peliharaan kami mati, aku tidak begitu suka menyebutnya hewan peliharaan, atau pet animal, aku lebih suka menyebutnya companion animal, karena anjing kami, Cito, tidak sekedar peliharaan. 11 tahun ini dia sudah menjadi bagian dari keluarga kami. Lahir di rumah ini, besar dan tua, setia menunggu di rumah, siapapun yang ada di rumah, sejak rumah kami full team, semua orang masih tinggal di rumah, sampai kemudian satu per satu pergi meninggalkan rumah untuk kehidupan kami masing masing.

Setelah Ibu kami meninggalkan kami, tinggal Bapak sendiri di rumah, bersama Cito. kurasa, mereka sudah seperti sahabat, saling memahami, dengan bahasa mereka masing masing. Cito punya tempatnya sendiri di rumah, kursi punya dia, tempat makan dan minum khusus punya dia, dan tidak ada ruangan di rumah yang dia ga boleh masuk, karena sepertinya anjing ini sudah merasa seperti orang, jadi bisa tidur dimana saja sesuai kehendaknya.

1 tahun umur anjing sama dengan 7 tahun umur manusia, kira-kira seperti itu, hanya saja, anjing umur 1 tahun sudah mencapai dewasa kelamin, sedangkan anak umur 7 tahun baru saja masuk SD. Point is, waktu berjalan cepat bagi seekor anjing, mungkin untuk anjing yang diatur dietnya dan rutin cek medis, dapat mencapai umur diatas 15 tahun, tapi untuk anjing yang melewati umur diatas 7 tahun itu sudah melewati masa masa keemasannya. lambat laun anjing lucu dengan tingkah lucu itu akan menghilang sedikit demi sedikit.


Kebiasaan adalah hal yang susah untuk dilupakan, kami terbiasa menyapa Cito, membersihkan kutunya (anjing yang diumbar akan mudah kutuan daripada dikandangkan), dia biasa membangunkan kami karena rutinitas pagi harinya. suara Adzan yang tak pernah terlewatkan olehnya. dan bahkan cuma kebiasaannya ngantre minta makan saja sudah cukup menyenangkan. (owow.. nangis lagi karena mengetik ini…). Bapak saja tidak pernah pergi lama-lama dari rumah karena kasihan kalo Cito telat makan  atau sendirian di rumah. Ini pernah terjadi, waktu Bapak masuk rumah sakit dan harus opname selama 10 hari dan kemudian setelah kelur RS harus tinggal di rumah kakak selama sebulan untuk recovery, yang dipikirkan adalah siapa yang kasi makan Cito, yang terus menunggu di rumah.

Aku selalu benci melihat film tentang anjing, atau baca buku tentang anjing, karena selalu akan sangat menyedihkan, entah apa yang dirasakan anjing-anjing tersebut ke majikannya, tapi yang paling berat sebenarnya adalah bagi manusianya. ruangan yang ada di hati kita dan terisi oleh sesuatu yang sangat menyenangkan, tiba tiba saja menjadi kosong. terasa hampa, dan tidak bisa diisi begitu saja dengan “pelihara anjing baru”. Semua akan terasa berbeda.

Jadi kami memutuskan untuk tidak memelihara apa apa lagi dalam waktu dekat ini, atau mungkin untuk seterusnya.. karena terlalu sakit rasanya. you can’t just say “It’s just a dog” no.. bagi mereka yang pernah memelihara anjing, tidak akan pernah menganggapnya, ‘hanya seekor anjing’. bahkan bagiku, satu-satunya makhluk yang tidak pantas untuk punah adalah anjing.

para tetangga, teman-teman, anak SD dekat rumah merasa kehilangan juga ternyata, merasa ada yang kurang dan menanyakan tentang Cito. dan kenapa Cito mati. Aku, dokter hewan, apa yang bisa kulakukan untuk memperpanjang nyawanya.. memberikan pengobatan tanpa efek yang signifikan itu membuat frustasi juga.. awalnya yang sakit giginya karena plak yang menumpuk bertahun-tahun, lalu kelemahan umum, jalannya sempoyongan, peradangan pada scrotumnya, tidak ada nafsu makan sampai harus disuapin dibantu infus sub kutan selama 2 minggu an. tapi aku bilang padanya, kalo aku ga akan menyerah dan membiarkannya begitu saja. Kurasa dia juga tahu, sampai saat matinya saja, semua terlihat baik-baik saja.. entah apa yang salah.. aku masih merasa seharusnya aku lebih memperhatikannya… mungkin kalau gejala sakitnya bisa dideteksi lebih awal, kalau saja..

2016-07-9-14-43-11

ngasi infus SC, dan citonya tidur

Bagiku yang menyedihkan adalah bukan matinya Cito, tapi perasaan lega, karena akhirnya Cito mati setelah kondisinya menurun selama 2 minggu itu….

so, apa aku benar-benar move on dari ini.. tidak juga, hanya berusaha mengisi ruang ruang kosong dalam hari hari berikutnya.

Bapak juga begitu, sekarang kegiatannya membaca novel. novel-novel Paulo Coelho punyaku yang dulu dilirik pun tidak, sekarang bisa habis dibaca 1 buku dalam 3 hari. mungkin karena ada banyak kata-kata bijak didalamnya.

well, setelah sekian lama ga posting blog, dan yang kutulis addalah tentang anjing kami. Ini adalah penghormatan terakhir untuknya. Aku selalu menangis setiap kali anjing kami mati (kami udah pelihara anjing beberapa kali, tapi cito adalah yang paling lama). Tidak akan pernah menyesal karena memelihara anjing. karena mereka benar-benar adalah sahabat terbaik bagi manusia.

If there are no dogs in Heaven, then when I die I want to go where they went. ~Will Rogers~

@aniesetia  160805 – 260816, 11 years and 10 days. Rest In Peace Cito.. you will always in our heart.
#RIP #dogsofinstagram #sosadtoday #ourlovelydog#chitou #notjustpetsbutfamily #quotes

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s