life journey, thought, animals and big smile :)

are you toxic?

new environment, new tasks, new friends

mungkin ini terjadi juga dengan teman-teman yang lain, yang terbiasa bekerja, dengan rutinitas yang jelas, dengan target yang pasti saat memulai hari. dan sekarang sekolah ini.. semuanya bisa dikompromi. bukannya saya mengeluh ya.. tapi apa sistem seperti ini akan terus dipertahankan, seperti pernyataan

“Kalo S2 itu jadwal bisa di nego kok, kalo kita belum siap ujian ya bisa ngga ujian dulu”

“Semua bisa asal me-loby dosennya”

so.. seperti ini dibudayakan.. untuk mahasiswa yang aktif, tidak akan masalah, ilmu bisa dicari dimana saja. tapi kegiatan so-called – kuliah-kosong-ga ada tugas- ini lama lama mengganggu juga. akhirnya tugas yang menumpuk karena lingkungan yang ngga mendukung.

I should just leave it alone tho.. tapi lama lama lingkungan ini beracun..

tugas yang asal jadi, kata-kata ‘yang penting lulus’

oke, memang tujuan utamaku untuk sekolah di Jogja ngga murni untuk ‘upgrade’ ilmu aja, tapi karena saat itu aku hanya butuh pulang.

ini hampir akhir semester dan ngga merasa ada added value yang kudapat, banyak ketemu ‘toxic people’ dan memang banyak yang seperti itu, entah sadar atau tidak. I just need to look closer and be aware of them.

Jadi.. tulisan malam ini adalah curhatan saya, entah ada intinya atau tidak, tapi ada beberapa hal yang mungkin bisa dipertimbangkan saat berada di sekitar toxic people

  1. mereka akan banyak bertanya, minta tolong dll and its drain your energy, best hing to do is, stop trying to please them. semua orang punya tanggung jawabnya masing-masing
  2. They are judgemental.. well everybody basically judging others, tapi kan ga perlu menjustifikasi pendapatnya dengan yang lain agar sepakat. biarkan saja..
  3. mereka ya asik dan menunjukkan keasikannya seolah orang lain ga asik (entah kalimat apa ini) just be happy for them. they’ll quit
  4. cari orang-orang yang bervisi sama (ini agak tricky) tapi ini akan sangat membantu kalo mo ujian, kita butuh belajar bareng biar ga tersesat nantinya. lupakan yang lain yang suka mengeluh tapi ga cari jalan keluarbe the type of person
  5. Be the type of person you want to meet (ini aku liat di kafe museum angkut di Batu). Benar sekali. jangan jadi orang yang menyebalkan.. iya kadang saya jutek (sangat) sampai ga ada yang berani mendekat. tapi itu temporary saja, hanya perlu mengurangi dosis jutek itu sedikit demi sedikit..

 

So, pada dasarnya, saya menulis ini juga untuk latihan supaya ga stress karena lingkungan yang tidak nyaman. yah, ini terjadi beberapa bulan awal di tempat baru, tergantung lingkungannya, bisa cepet bisa lama

Implementing these healthy, stress-relieving techniques for dealing with difficult people will train your brain to handle stress more effectively and decrease the likelihood of ill effects.

and.. that’s the end.. saya harus belajar statistik dan latihan presentasi🙂

see ya :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s