life journey, thought, animals and big smile :)

Bali for the new Year? why not… bye 2014 and welcome 2015

Yeay… New Year party!!

Well, setidaknya itu yang ada di pikiranku sebelum memutuskan untuk tahun baruan di Bali. At least I’m not alone… tidak seperti Hari Natal yang hanya kurayakan begitu saja di gereja dekat rumah, pulang dan tidur… no tree no new dress, lagian mo ngapain juga bikin pohon terang kalo sendirian dirumah. ngapain juga beli baju baru kalo cuman dipake 2 jam dan kepanasan plus pulangnya kehujanan.

Okay, I’m not so religious.. so, hikmah Natal pun mengalir begitu saja, dan hilang setelah tidur semalam. Tapi tetep.. semoga Damai di Bumi bagi seluruh Umat manusia…

Bekerja di kampus, ternyata tidak se-leluasa yang dibayangkan. Mahasiswa libur, kita ga libur loo… medingan jadi guru Es De, muridnya libur, gurunya ikut libur… (ngga mikir lainnya, yang penting liburnya)

Travelling ke Bali terpikir sejak bulan Oktober, lalu teman se-kost yang menyetujui ide simultan-ku mulai mencari hotel di A*oda dot kom. dapatlah hotelnya, sedikit tenang karena katanya semua hotel dan penginapan akan full booked pada tahun baru.

Karena ini rencana yang ngga elite, jadi kami berangkat dan pulang dari Malang naik Bus. secara mo menikmati perjalanan (walopun sepanjang jalan akhirnya molor karena minum antimo :D)

30 Desember 2014

Rencana berangkat bertiga, tapi pada hari H, yang satu demam dari pagi, dan sampai detik-detik penentuan, demamnya belum sembuh juga. sisa dong satu kursi, dan tidak ada yang mau mengisi walaupun ditawar-tawarkan gratis (kursi bus aja). Berangkat tanggal 30 sore, dengan packing yang serabutan karena pada tanggal itu, siangnya ada Monev Penelitian dan Pengabdian masyarakat, didepan reviewer… dan aku harus presentasi, karena waktunya mepet harus segera ke pool Bus Gunung Harta, jadinya cuman sempat tampil (ciee… tampil) sekali, trus dengan semena-mena melimpahkan pada anggotaku (ini dilema antara liburan dan kerjaan bu huahaha…)

berlari-lari ke kost, mandi, ganti baju, ambil tas ransel butut, dan ngangkot ke pool Bus malang-bali yang eksekutif itu, walaupun kursinya bisa dipanjangkan tapi kakinya tetep ga bisa lurus… yah ga akan berharap lebih.

Berangkat dari Malang jam 5 sore, sampai penyeberangan tengah malam, ga mau turun ke kapal..malas…jadi mending bobok manis. Sampai di Gilimanuk, tetep harus turun untuk pemeriksaan KTP (ini satu hal yang tidak menyenangkan kalo ke Bali naik Bus) turun dari bus, nyiapin KTP buat dicek, ngantri, dan naik lagi ke Bus, entah apa sih sebenernya yang dicek, memangnya bisa ya ketahuan kalo itu KTP pinjeman atau engga (ngga nyebutin palsu loo.. )

31 Dec 2014

Sampai Bali…jreng jreng…

Turun di terminal bus Ubung Denpasar, langsung disambut ‘local hospitality’ yang menurut kami ngga asik banget sebagai sesama orang Indonesia. Kami sarapan dulu… karena jujur saja… blom tau mo kemana dalam 3 hari kedepan…hahaha…dasar bodoh… arah pun ga tau, peta juga ga bawa, dan hanya mengandalkan GPS dan google map yang menyesatkan itu.

Untung ada teman yang tinggal di Bali menawarkan untuk menjemput di terminal, buat numpang mandi dan untuk menyiapkan rencana berikutnya.

First, ke hotel dulu…setelah muter-muter di jalan sempit daerah Tuban, sampai juga di Puri bunga, penginapan yang kami booking, dan…. apa yang terjadi, kamar yang  kami booking di goda-goda dot kom itu ternyata tidak dikonfirm ke hotelnya, dan mereka tidak punya kamar lagi untuk malam ini… dueng… pusing langsung… Tapi karena kejadian ini ada temennya (maksudnya ada jg yang kayak kami tapi mereka lebih beruntung karena masih ada sisa satu kamar) di pemilik penginapan menawarkan untuk kami menginap semalam di tempat lain, mereka yang bayar. di dekat situ ada kost harian dengan fasilitas standar. yah… paling ga bisa tidur semalam.

Discovery mall dari arah pantai

Discovery mall dari arah pantai

Malam tahun baru… jalan-jalan ke arah Kuta sudah mulai ditutup. Mencari persewaan motor pada saat ini adalah tidak mungkin ada. semua persewaan motor kosong. so.. hari pertama harus rela jalan kaki dari Tuban ke kuta.. which is 3 km one way… menunggu malam di daerah Legian dan pantai, dan Mall. ada Mall yang bagian belakangnya Pantai, yaitu Discovery Mall, dari belakang mall ini kalau menyusur pantai, nanti akan sampai ke daerah Kuta, sepanjang jalan di Kuta ada mall Beach Walk, dan kalo dari beach walk ini jalan menyusuri poppy lane 2 nanti akan nyampe di daerah Legian, tepat di monumen Ground Zero

fireworks by the beach

fireworks by the beach

Jalan-jalan sampe kaki kram, diakhiri liat kembang api di Paktai kuta, lalu balik ke ‘kost’ dan tidur sebelum tahun baru (heyaa… pergantian waktu yang sesuatu kan…)

1 Januari 2015

Sudah bisa menempati kamar kami di Penginapan Puri Bunga, dengan sarapan nasi goreng pedes… bikin perut panas. kemudian jalan lagi, mencari persewaan motor. jadi rencananya hari itu mau ke Ubud, nginep di ubud semalam. tanpa tahu di Ubud ada apa…hahaha… sambil browsing dong di jalan.

karena GPS yang ngaco antara waktu tempuh dan kenyataannya… (32 menit di google map itu kenyataannya 1 jam, iya 30 menit kalo terbang mungkin…) dan kami yang ga bisa baca peta (maklum cewek) jadinya… perjalanan ke Ubud dari Kuta yang seharusnya bisa simple saja, kami harus memutari kota Denpasar, baru bisa mencapai jalan ke arah Ubud

lokasi pertama yang dikunjungi hari itu (by chance) karena kebetulan lewat trus… eh apa itu… tempat wisata ya,.. eh liat yuk… gitu deh. Itu adalah Pura Goa Gajah. browsing… oh oke… ada di tripadvisor. masuknya bayar 15.000 per orang. karena itu area pura, bagi yang sedang berhalangan dilarang masuk. Di pintu masuk ada petugas yang memberikan kain atau sarung untuk pengunjung.

Goa gajah, Gianyar, Bali

Goa gajah, Gianyar, Bali

setelah melihat-lihat dan foto-foto.. kami lapar, memutuskan cari makan dan cari penginapan sebelum sore. Penginapan B&B yang sesuai budget kami ada di daerah monkey Street (dulu daerah ini namanya Sangeh) niatnya mencari makanan halal, kami makan di bebek terkenal gitu disitu… tempatnya oke, dan harganya juga oke. entah apanya yang spesial sampai tempat makan ini mematok harga yang waoow umtuk half duck yang ukurannya sebesar anak bebek. Satu kali makan disitu sudah bisa tidur semalam di penginapan… ah sudahlah… pengalaman…

di sepanjang jalan Monkey street ini banyak penjual baju dan sovenir… sangat menggoda… tapi memang perlu beli baju buat tidur, secara, semua baju ditinggal di hotel pertama, dan ga bawa baju ganti. beli deh baju yang harganya masuk akal

mampir indomaret, mampir toko sovenir liat-liat postcard, sambil nanya gang Mandia ada dimana (ceritanya, ini jalan satu arah, jadi kalo kelewatan harus muter jauh.) dan ternyata kami kelewatan sekitar 50 m. jalan ke arah gang mandia ini, pertama mo ke Bali Dream, tapi penuh, terus, ke mandia bungalow di sampingnya, dan ternyata masih ada kamar. kamar tanpa AC (pakai kipas angin) untuk 2 orang seharga 250 ribu plus sarapan. oke kita ambil.

di kamar ternyata ada selebaran acara pertunjukan traditional dance yang diadakan di Pura. dan setiap hari ada show. tiket bisa dibeli di resepsionis. Oye!! kita ada kegiatan malam ini. melihat pertunjukan tari Kecak dan Trance dance.

Kecak fire and Trance dance, Pura Batu Karu, Ubud

Kecak fire and Trance dance, Pura Batu Karu, Ubud

2 Januari 2015

Sarapan yang sangat menarik, mungkin biar kami hidup sehat, sarapan di Ubud lebih oke daripada di hotel di Tuban, kami dapat menu sarapan pancake pisang dengan potongan-potongan buah segar. cukup mengenyangkan

lovely breakfast

lovely breakfast

penginapan ini recomended untuk backpacker, ini review saya di tripadvisor mandia bungalows

mengunjungi Monkey Forest, tempat ini buka dari jam 9 pagi. dan disarankan memang kesini pagi. karena kalau pagi, monyet-monyetnya abis dikasih makan oleh pengawas hutan dan kalau masih kenyang mereka tidak akan mengganggu pengunjung. jalan-jalan di hutan lumayan jauh juga, dan pintu keluarnya ada 3. kalau salah keluar nanti jauh lagi jalannya ke tempat parkir.

atraksi foto bersama dengan monyet.

atraksi foto bersama dengan monyet.

Siang, menuju Tampak Siring untuk mengunjungi Pura Gunung Kawi yang katanya bagus banget itu. temanku di ubud menyarankan kalau lebih asih lewat daerah Tegalalang. itu adalah daerah yang terkenal dengan sawah berbentuk terasering. banyak turis yang mengunjungi daerah ini karena sistem persawahan yang unik di lereng bukit.

Sempat nyasar jauhhh… akhirnya sampai juga di Tampak Siring, Masuk ke area wisata Pura Gunung Kawi. karena ga jadi mengunjungi istana, ya disini aja… kirain puranya dekat dengan pintu masuk… ternyata setelah pintu masuh ada berderet anak tangga… kata referensi sih 300 tangga,,, naik dan turun bukit, lewat diantara tebing batu, diantara persawahan… pemandangan yang bagus, tapi bikin capek kaki. But… tidak sia-sia lo… pura Gunung Kawi ini terkenal karena merupakan salah satu pura tertua, dibangun sejak abad ke-11 dan yang khas adalah pahatan-pahatan di dinding batu yang merupakan makam raja-raja terdahulu.

Pura Gunung Kawi

Pura Gunung Kawi

Dari sini , langsung balik ke arah Kuta, lewat jalan yang semestinya. mampir makan di Ayam betutu yang harganya lebih masuk akal dari bebek sebelumnya.ubud-kuta dicapai dalam waktu kurang dari 2 jam

Ke hotel, keluar lagi, mau ke Joger, tapi ternyata jam 6 sore udah tutup…. whaat… dan tempat oleh-oleh disekitarnya harganya malah lebih mahal. well, who need oleh-oleh anyway… kami cuma butuh kaos bertuliskan Joger. Jadi besok pagi dicoba lagi kesini.

3 Januari 2015

Pagi, muter-muter sekitaran Kuta dan Legian jam 6 pagi, tidak ada toko buka… mungkin karena kehidupan malam lebih dominan, jadi pagi-pagi masih pada molor.

Sarapan mie goreng pedes (padahal udah pesen jangan pedes) lalu pergi lagi ke Joger dan sukses membeli seperlunya. balik ke hotel, check out sekalian nitip tas karena masih mau jalan, rempong kalo bawa tas besar. balikin motor ke persewaan. dan kita nge-Mall lagi deh. sambil nunggu sampe jam 3, nyari taksi (sebaiknya blue bird) balik ke hotel lagi ambil tas, dan menuju ke terminal Ubung. Berangkat dari Ubung jam 5 sore waktu Bali. dan akhirnya sampai di Malang jam 4 pagi.

So, that’s our new year celebration… entah apa yang dirayakan… tapi tahun baru kali ini berbeda. benar-benar merefresh dirii lagi. dan memang perjalanan itu penting bagi seseorang untuk kembali menemukan dirinya sendiri.

“It is good to have an end to journey toward; but it is the journey that matters, in the end.”
Ernest Hemingway

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s