life journey, thought, animals and big smile :)

Belajar tentang… manners

IMG_20140507_213230

“A man’s manners are a mirror in which he shows his portrait.”
Johann Wolfgang von Goethe

Beberapa hari ini rasanya banyak sekali masalah hanya karena komunikasi dengan orang lain tidak benar, entah saya sendiri yang salah atau orang-orang mulai lupa etika berkomunikasi dengan orang lain, entah secara face to face dengan orang yang seumuran, dengan orang yang lebih tua, dengan orang yang sedang sibuk melakukan sesuatu.. Atau lewat pesan multimedia, email, sms, chatting..
Mudah sekali mengabaikan sesuatu yang mungkin penting dengan memberikan alasan sepele. atau bahkan tidak memberikan jawaban sama sekali.. berasa pengen teriak “Ga ada bedanya ngomong sama orang dengan ngomong sama batu!”
You get upset, you said it
You’re happy, say it
Orang lain tidak akan tahu apa apa dengan diam saja. I mean it in the terms of team work
Ada etikanya dalam berkomunikasi. bahkan tulisan pun bisa disalahartikan kalau yang membaca sedang tidak dalam kondisi normal (ga normal such as.. lagi PMS, lagi hectic dengan jadwal, lagi kena marah atasan, lagi hang karena efek samping overload kerjaan)
Jadi, peduli dengan kondisi orang lain juga penting! stop being EGOIST!, again ini dalam ranah team work… kalo kerja sendiri di tengah hutan ya silahkan saja mo ngomong bahasa hutan..
Orang itu tidak selalu benar, jadi perlu orang lain yang bisa meluruskan.
Orang itu tidak selalu sanggup menyelesaikan tugas, jadi perlu orang lain untuk meringankan beban.

Karena bete sekali hari ini, I do some research about manners, ini juga untuk mengingatkan diri sendiri supaya tidak menjadi apatis (or, kumat penyakit apatis yang terjadi pada saya bertahun-tahun yang lalu)

Manners in sending Emails-text message

  • Kirim Email pake Subject. jangan kayak sms aja, coba deh, cek email. pasti yang tanpa subject adalah email yang akan di-ignore.. Fill in the subject line, even in personal e-mail.  The subject line should succinctly identify what you are writing about.  
  • Di Jawa terutama, abis kirim email wajib ngasih tau yang dikirimin. kalo ngga ya, jangan salahkan yang nerima kalo buka emailnya lama
  • Jangan hanya mengirimkan attachment. yang namanya email ya surat yang ditulis itu. karena sekarang ini email ini juga bisa merupakan bukti komunikasi. Jangan pakai huruf KAPITAL, dikiranya lagi marah marah. Be sure messages are clearly organized and grammatically correct.  Write in complete sentences and always check spelling and punctuation – especially in business e-mails.
  • Balaslah email kalau sudah diterima, entah hanya dengan tulisan ‘siap’, ‘noted’, terima kasih…. apalagi dalam email loop atau group. menyebalkan sekali kalau udah capek-capek meluangkan waktu untuk berdiskusi via web, tapi ternyata ga ada tanggapan…ckckck… maju dikit knapa..hp sekarang aja udah bisa terima email dimana saja. maksimalkan gadget anda!!
  • Kalo terima SMS, atau text message, ya dibalas… kecuali kalo pulsa abis, ga ada sinyal internet, atau hp kecemplung saluran air. biarpun terlambat, balaslah. atau kalau ketemu langsung ya bilang, maaf ga bisa balas karena apa..

Ngomong sama orang lain

  • Jangan teriak-teriak… kalau biasa tinggal di gunung atau di deket perlintasan kereta api, ya bisa dimaklumi.. most people can hear just fine, so  talk in a lower volume unless the other person asks you to speak up.
  • Wait until the other person stops talking before you open your mouth.
  • Kalau memang bisa bertemu langsung, usahakan bertemu. jangan mengandalkan telepon lebih sopan itu ya bertemu dan ngomong langsung
  • Listen more than you talk, the key to the art of conversation is not in the talking, but in the listening.
  • Don’t talk to only one person when conversing in a group. sebaliknya juga begitu, jangan apatis kalau ada perbincangan dalam group. Kalau memang ga tertarik ya minggir aja sekalian.. :p
  • Don’t overshare. Janga lebay, cerita ke siapa-siapa.. berkali-kali pula… orang lain juga punya masalahnya sendiri kali..
  • Kalau memang sudah mendengar perkataan orang lain, jangan bilang “hah” ‘hmm’, “apa?”.. sampai harus mengulang lagi kalimat yang sama. or worse… denger tapi diam saja… mungkin ada yang salah dengan telinga anda.
  • Ngomong sama orang yang lebih tua. yang sopan, semua aturan itu diberlakukan. kan udah diajari orang tua kita di rumah..

Masih banyak lagi sebenernya, tapi itu aja sudah banyak. minimal kalau sudah melakukan separohnya sudah jempol deh… apalagi sebagai pendidik. apa gunanya ngomong kesana kemari menasehati anak didik tentang etika, kalau kita sendiri tidak menjaga etika.

being young doesn’t mean we can forget all the rules. Saat bertemu banyak orang, dari berbagai bidang yang berbeda, profesi yang berbeda, maka akan ketahuan tingkat pendidikan kita dari cara kita berkomunikasi dan berhadapan dengan orang lain

“Respect for ourselves guides our morals; respect for others guides our manners”
Laurence Sterne

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s