life journey, thought, animals and big smile :)

Satu hari Pulau Penyengat

Some things don’t last forever, but some things do. Like a good song, or a good book, or a good memory you can take out and unfold in your darkest times

Bintan island ,

Jumat, 23 Januari 2009.

Kata orang kalau ke Bintan kurang rasanya kalo belum mengunjungi pulau penyengat.

Pulau Penyengat

Untuk menuju ke Pulau Penyengat, kami mesti naik kapal pom-pom (kapal kecil muat sekitar 10 orang) sekali naik 5000 rupiah, perjalanan 15 menit. Di Pulau ini terdapat peninggalan kerajaan melayu kuno, dan di sini terdapat makam Raja Ali Haji, penemu atau penulis “the first Malay language grammar book”, atau yang kita kenal dengan kitab Gurindam dua belas.

Ada juga Masjid raya yang letaknya tepat di depan pintu masuk Pulau, di Masjid ini terdapat kitab Al-quran yang di tulis tangan, dulunya ada orang yang dikirim ke Arab untuk belajar agama, kemudian beliau ini pulang dan menulis Quran ini dan mengajarkan agama kepada penduduk di Riau.

Senggarang

Senggarang adalah kota kecil di luar pusat kota tanjung Pinang, disini mayoritas penduduknya adalah keturunan tionghoa. Di Senggarang ini terdapat Kuil Budha dengan berbagai bentuk patung Budha yang ukurannya besar.

Sebenernya tempat wisata yang lumayan bagus, hanya saja, tidak ada tempat makan enak..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s