life journey, thought, animals and big smile :)

Menengok sejenak Ullen Sentalu

Yogyakarta, 19 MEI 2012

Seperti judulnya, kunjungan ke museum ini memang seperti sekilas saja, entah kenapa, padahal pemandu rombongan kami bilang untuk melakukan tur di area seluas 1,2 hektar itu membutuhkan waktu sekitar 1 jam, hmm…mungkin karena jalannya yang sempit seperti gua, dan kami ber-25 orang, jadinya lama karena berdesakan di dalam museum tanpa benar-benar mengerti apa yang ada di dalamnya…

So, rombongan wisata kami dari kota malang, 1 bus ber-30 mengunjungi museum ini di hari Sabtu, karena hari Minggu-nya libur, jadi rada rame juga hari itu. Sebenarnya satu rombongan dapat satu guide, tapi umumnya robongan kecil sekitar 5 orang. walaupun kami ber-banyak, tetap dapat 1 guide juga tuh..sebenernya mbak guide ini yang repot, karena mesti mengawasi banyak orang sedangkan dia sendiri bercerita panjang lebar. kesan pertama kami semua adalah –> ‘galak banget sih niy orang, guide galak  uang kembali!’

Oya, tiket masuk untuk pelajar dan wisatawan nusantara, Rp 25.000 per orang. kalo wisatawan manca 50.000 rupiah. Dilarang foto-foto atau mendokumentasikan isi museum, dilarang menyentuh display museum (aku heran, kalo takut disentuh, kenapa ga dimasukin kotak  kaca aja ya semuanya atau biar ekstrim, dipasangin kawat beraliran listrik :D…) mengingat, ruangan-ruangan di dalamnya sangat sempit, lorong dari batuan merapi itu juga sempit, dengan lukisan dan foto-foto di sepanjang dindingnya.

Guidenya jalan sambil cerita, tapi tidak menceritakan tiap foto itu, tidak menanyakan kami tertarik dengan lukisan atau fotonya, jadi dia kayak pamer koleksi aja…

to be honest, saya lahir di Jogja, besar di Jogja, jadi tahu sejarah tentang raja-raja dan puteri kerajaan ini, akan lebih jelas lagi jika mengunjungi Museum di Kraton Yogyakarta ( kraton ), dengan para abdi Dalem yang dengan bersemangat menerangkan silsilah raja-raja Yogya-Solo. Melihat guide ini, tidak menggambarkan ‘jogja’nya sama sekali.

Secara garis besar, museum ini memang ‘baru’ tapi terlihat cukup ‘tua’ karena pohon-pohon besar dan tanaman merambat dibiarkan tumbuh alami. menimbulkan suasana mistis. Bila anda pecinta lukisan, di sini banyak lukisan para putri yang sedang menari, lukisan raja dan pangeran yang tampak hidup. dan yah.. kita bisa menikmatinya sekilas saja…

Ada ruangan yang menyimpan surat-surat asli dari para puteri dengan berbagai bahasa asing, yang merupakan petikan/quote yang bagus sebenarnya.. tapi karena ga boleh motret dan ga bawa alat tulis ya.. cuma bisa lihat aja.. again, sekilas..

Ruangan koleksi  batik solo dan batik Jogja. sangat sempit sampai-sampai tidak semua orang bisa masuk dan melihat.

Nama Ullen Sentalu merupakan singkatan dari bahasa Jawa: “ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku” yang artinya adalah “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Filsafah ini diambil dari sebuah lampu minyak yang dipergunakan dalam pertunjukkan wayang kulit (blencong) yang merupakan cahaya yang selalu bergerak untuk mengarahkan dan menerangi perjalanan hidup kita.

Di akhir kunjungan, kami semua disuguhi minuman resep warisan Kanjeng Gusti Ratoe Mas putri Sultan HB VII yang disunting sebagai permaisuri raja Surakarta Sunan PB X. menurut cerita minuman ini membuat awet muda, jadi di dalam ruangan disediakan cermin untuk melihat perubahan setelah minum minuman berasa jahe, gula jawa dan sereh ini..

beberapa penggalan yang menurutku lucu selama tur ini:

  • kita: “mbak pelan-pelan aja, ada ibu hamil”; guide:  “yang hamil mana tunjuk jari!!” (padahal sudah jelas perut mereka gede-gede, and what’s the point anyway..)
  • guide: tolong jangan jalan mendahului saya selama tur  (jadi kami jalan terus di belakangnya), trus dia ngomong lagi : kok pada ngumpul-ngumpul sih, yang belakang kan nggak kelihatan…. (daa…please deh, sapa tadi yang bilang jangan mendahuluinya, secara tempatnya sempit gitu)
  • Ada Patung penari membawa cermin, guide-nya bilang, karena itu hari Sabtu, jadi tidak ada cerminnya, coba datang pada hari rabu, kalau tidak ada juga, coba datang hari jumat.. seriously??? kurasa itu cara bodoh meminta pengunjung datang lagi kesana.
  • Minuman awet muda itu… kata guide-nya bisa membuat awet muda, dan resepnya rahasia. kalau setelah minum tidak adaor belum terlihat perubahannya, cobalah ke sini setiap hari untuk minum dan melihat efeknya…hahaha another silly statement

Sebenarnya, saya tidak bermaksud menghina, hanya saja, seharusnya semua pengunjung mendapatkan hak yang sama, suatu museum itu bukan kebun binatang yang bisa dilihat sambil lalu saja, tapi perlu waktu untuk memahami mengapa konsep museum ini dibuat, apa cerita dibalik bendabenda yang dipamerkan, apa inti yang bisa diambil untuk kehidupan saat ini. betapa besarnya bangsa kita karena kebudayannya bisa diakui hingga mancanegara. yah.. saya memang berharap lebih dari tur singkat itu, mungkin saat kesana lagi saya akan lebih memahami apa yang dimaksud dengan “intangible heritage’ yang berkonsep a-muse-ment dalam suatu living museum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s